Berita Terbaru

Hari Kesehatan Gigi Nasional

Hai Sahabat Sehat 12 September diperingati sebagai Hari Kesehatan Gigi Nasional. Hari Kesehatan Gigi Nasional pertama kali digagas oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH.,DR PH. Yang secara resmi dibuka pada Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2011 di Lapangan Gasibu, Bandung. SALAM SEHAT

         

THERMO GUN

Sehubungan dengan viralnya berita termometer tembak (thermogun) yang dianggap membahayakan otak karena memancarkan LASER, berikut pernyataan yang disusun oleh Departemen Fisika Kedokteran/Klaster Medical Technology IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia untuk meluruskan persepsi ini.

Thermogun merupakan salah satu jenis termometer inframerah untuk mengukur temperatur tubuh yang umumnya di arahkan ke dahi. Alat ini menjadi andalan utama sebagai alat skrining COVID-19 dengan gejala demam, alat ini tersedia hampir di setiap pintu masuk tempat umum dan perkantoran. Pengunjung atau pegawai dengan temperatur di atas 37,5℃ dilarang masuk dan diminta untuk memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan. Namun, beberapa hari ini masyarakat diresahkan dengan viralnya video di media sosial yang menyatakan bahwa alat ini berbahaya karena dianggap menggunakan LASER dan merusak otak.

Apakah benar demikian?
Bagaimana cara kerja termometer inframerah?

Berbeda dengan termometer raksa atau termometer digital yang menggunakan prinsip rambatan panas secara konduksi, termometer ini menggunakan prinsip rambatan panas melalui radiasi. Dalam prinsip ilmu fisika kedokteran, setiap benda dengan temperatur lebih besar dari 0 Kelvin akan memancarkan radiasi elektromagnetik atau sering disebut dengan radiasi benda hitam (Hukum Wien).

Kelvin (K) adalah satuan baku untuk temperatur dengan konversi 0℃ setara dengan 273 K. Kisaran suhu tubuh manusia normal (36 – 37,5℃) berada di dalam pancaran spektrum inframerah jika dilihat dari jangkauan radiasi elektromagnetik. Energi radiasi dari permukaan tubuh ditangkap dan kemudian diubah menjadi energi listrik dan ditampilkan dalam angka digital temperatur derajat celcius pada thermogun. Prinsip teknologi serupa juga digunakan di kamera termal untuk skrining temperatur di bandara serta thermal goggles di militer untuk mendeteksi keberadaan seseorang di malam hari yang gelap.

Termometer inframerah yang tersedia di pasaran umumnya untuk mendeteksi temperatur gendang telinga (termometer telinga) atau temperatur dahi (termometer dahi). Termometer dahi lebih cocok untuk skrining gejala demam COVID-19 karena hanya perlu “ditembak” ke arah dahi tanpa perlu kontak/bersentuhan langsung dengan kulit.

Termometer ini mendeteksi temperatur arteri temporal pada dahi untuk mengestimasi suhu tubuh seseorang. Hal yang perlu diperhatikan adalah akurasi pengukuran temperatur bergantung pada jarak dan sudut alat thermogun terhadap objek yang diukur. Maka dari itu, jangan heran jika hasil pengukuran bisa berubah-ubah.

Satu parameter penting yang menentukan tingkat akurasi pengukuran thermogun adalah perbandingan jarak dengan luas titik pengukuran. Biasanya angka perbandingan ini adalah 12:1. Dengan kata lain, untuk mengukur suatu titik dengan luas 1 cm persegi, jarak pengukuran ideal adalah 12 cm. Di sinilah sebenarnya peran laser dalam suatu thermogun, yaitu membantu operator menentukan titik pusat pengukuran. Namun alat thermogun dengan laser hanya ditemui untuk keperluan pengukuran termperatur di industri, bukan untuk medis.

Apa itu LASER?
Laser merupakan akronim dari light amplification by stimulated emission of radiation atau amplifikasi cahaya melalui pancaran terstimulasi. Cahaya dengan satu warna/monokromatik ini memiliki keandalan utama berkas cahaya yang koheren. Beberapa contoh aplikasinya adalah laser pointer untuk presentasi, pembaca/penulis CD/DVD, hingga pemotong jaringan pada prosedur pembedahan. Energinya disesuaikan dengan fungsi, semakin besar akan semakin destruktif.

Beberapa thermogun industri mungkin saja dilengkapi dengan laser energi rendah, tetapi fungsinya sebagai penunjuk (pointer) untuk ketepatan arah, sehingga tidak ada kaitan langsung dengan fungsi pengukuran temperatur. Apakah laser tersebut berbahaya untuk otak manusia? Sama halnya dengan laser pointer, laser ini tidak ada efek berbahaya untuk otak, tapi jangan sampai menembak ke mata secara langsung karena dapat merusak retina. Yang jelas, penggunaan thermogun industri untuk mendeteksi temperatur tubuh manusia tidak tepat karena bukan peruntukannya.

Sebagai kesimpulan, alat thermogun untuk skrining temperatur seseorang bekerja dengan menerima pancaran inframerah dari benda, bukan dengan memancarkan radiasi apalagi LASER. Sebagai alat pengukur suhu sebagai indikator kesehatan, thermogun direkomendasikan untuk dikalibrasi minimal 1 tahun sekali. Kalibrasi diperlukan agar skrining suhu terjaga akurasinya karena informasi yang salah bisa membuat gagal skrining suhu (positif palsu dan negatif palsu) sehingga membahayakan banyak orang. Pengukuran temperatur tubuh dengan thermogun tidak bisa dijadikan acuan utama terkait apakah seseorang menderita COVID-19 atau tidak, karena pasien COVID-19 bisa muncul tanpa gejala demam. Kami berharap penggunaan thermogun secara luas di tempat-tempat publik seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, dan layanan transportasi publik disertai dengan SOP yang jelas.

@Departemen Fisika Kedokteran/Klaster Medical Technology IMERI FKUI

Hari Anak Nasional

Yuk lindungi seluruh anak di dunia ini dari Wabah Covid-19

Pasien Covid-19 dinyatakan Sembuh

Pasien Covid-19 yang sembuh sama artinya dengan pasien Covid-19 yang selesai menjalani perawatan Isolasi.

Dinyatakan Selesai isolasi apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:

  1. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.
  2. Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan  gangguan
  3. Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif, dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan

Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria selesai isolasi pada kasus probable/kasus   konfirmasi   dapat   dilihat   dalam   Bab   Manajemen Klinis.

YUK PAKAI MASKER

Jangan ambil risiko ya sahabat sehat, dengan tidak patuh terhadap protokol yang sudah Pemerintah tetapkan. Selalu gunakan masker bila keluar rumah, lindungi diri dan keluarga tersayang dari virus Covid-19…

Hari Buah Sedunia

1 Juli merupakan Hari buah sedunia. Di hari buah sedunia ini masyarakat yang terkena penyakit Covid-19 juga meningkat. Untuk mencegah kita terserang penyakit yang disebabkan dengan virus Covid-19 ini maka salah satunya kita menjaga imunitas kita atau daya tahan tubuh kita. Daya tahan tubuh yang baik merupakan hal penting pada masa pandemi COVID-19. Terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh imunitas ini, cara termudah untuk dilakukan adalah dengan mengonsumsi buah dan sayur.

“Di masa pandemi ini asupan buah dan sayur harus diperbanyak karena mengandung vitamin C dan E yang dapat meningkatkan imunitas kita,” kata salah satu Penyuluh Kesehatan Masyarakat RSUD Nganjuk dalam penyuluhan Era New Normal beberapa waktu lalu.

Selain itu mereka juga mengingatkan saat makan perlu menerapkan konsep gizi seimbang. Di mana dalam satu piring terdapat makanan pokok, lauk, buah dan sayur.

Yuk mulai meningkat kan pola Hidup Bersih dan Sehat melalui GERMAS.

Hari Anti Narkoba

Setiap tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Setiap tahunnya dalam peringatan sebagai Hari Anti Narkotika Internasional dilakukan untuk memperkuat aksi dan kerja sama secara global. Selain itu, sebagai Hari Anti Narkotika Internasional dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba. Penetapan 26 Juni sebagai Hari Narkoba sedunia digagas oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) pada 26 Juni 1988.

@Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI

New Normal

Mulai Bulan Juni ini, kita memasuki era New Normal yang baru dan sebagian dari dari kita mulai kembali bekerja. Sudah siap untuk memulai bekerja di era New Normal? Jangan asal berabgkat kerja ya, yuk perhatikan protokol pencegahan Covid-19 ditempat kerja.

Tetap perhatikan Protokol Kesehatan agar kita semua tidak tertular #Covid-19

Hari Lanjut Usia

Selamat sian sahabat sehat. Hari ini adalah hari yang istimewa. Hari ini kita memperingati Lanjut Usia Nasional…. Yukk kita sayangi keluarga kita, Keluarga sayang lansia adalah keluarga bahagia…. “Lansia are Smart, Covid19 go away”